Teknik Memanen Makrokonidia dari Dermatofita Microsporum gypseum dan Trichophyton mentagrophytes

Ana Rufaidah(1*), Eko Sugeng Pribadi(2), I Ketut Mudite Adnyane(3)

(1) 
(2) Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor
(3) Divisi Anatomi Histologi dan Embriologi, Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institu Pertanian Bogor
(*) Corresponding Author

Abstract


Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kapang dermatofita. Penelitian ini bertujuan menentukan teknik yang sesuai untuk memanen makrokonidia dan waktu fase eksponensial Microsporum gypseum dan Tricophyton mentagrophytes. Media 1 dan 2 digunakan untuk pembiakan isolat Microsporum gypseum dan Trichophyton mentagrophytes. Media 1 mengandung pepton, dekstrosa, dan kloramfenikol dan pada media 2 memiliki komposisi yang sama dengan media 1 dengan tambahan sikloheksamida. Teknik penggoresan pada permukaan koloni dan penggoyangan tabung dengan vortex digunakan untuk memanen makrokonidia. Makrokonidia dipanen pada hari ke 10, 12, 14, 16, 18, dan 20. Hasil yang didapatkan menunjukkan jumlah rata-rata makrokonidia kapang yang dipanen dengan penggoresan pada permukaan koloni lebih tinggi daripada penggoyangan tabung menggunakan vortex selama masa pertumbuhan hingga hari ke-20. Hasil yang didapatkan juga menunjukkan fase eksponensial telah dimulai pada hari ke-14.

Keywords


Dermatofita – makrokonidiMicrosporum gypseum, teknik memanen.Trichophyton mentagrophytes

References


Adzima V, Jamin F, Abrar M. 2013. Isolasi dan identifikasi kapang penyebab dermatofitosis pada anjing di kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Jurnal Medika Veterinaria. 7(1): 46-48.

Ahdy AM, Ahmed MZS, Younis EE, Baraka HN, El-Khodery SA. 2016. Prevalence and potencial risk factors of dermatophytosis in Arabian horses in Egypt. Journal of Equine Veterinary Science. p. 71-76.

[AHP] Accelerated Hydrogen Peroxide. 2016. Trichophyton Mentagrophytes. [Accessed 2019 April 04]. http://info.virox.com/hubfs/VAH_Resources_/PDFs/Factsheet_Trichophyton_Mentagrophytes_March2016.pdf

Anderson JG, Smith JE. 1971. The production of conidiophores and conidia by newly germinated conidia of Aspergillus niger (microcycle conidiation). Journal of General Microbiology. 69: 185-197.

Bond R. 2010. Superficial veterinary mycoses. Clinics in Dermatology. 28: 226-236.

Budiantono. 1985. Cara Diagnosa Kurap (Dermatophytosis) pada Anjing (Skripsi). [Bogor (Indones)]: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Chollet A, Cattin V, Fratti M, Mignon B, Monod M. 2015. Which fungus originally was Tricophyton mentagrophytes: Historical review and illustration by a clinical case. Mycopathologia. 180(2): 1-5.

Emam SM, El-salam OHA. 2016. Real-time PCR: A rapid and sensitive method for diagnosis of dermatophyte induced onychomychosis, a comparative study. Alexandria Journal of Medicine. 52(1): 83-90.

Ganandjar I, Sjamsuridzal W, Oetari A. 2007. Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta (Indones): Yayasan Buku Obor.

Gholib D. 2012. Uji daya antifungi ekstrak etanol rimpang kencur (Kaemfera galangal L) terhadap pertumbuhan jamur Trycophyton verrucosum secara in vitro. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. p. 865-869.

Himedia. 2011. Dermathophyte Test Medium Agar Base. [Accessed 2019 April 08]. http://himedialabs.com/TD/M188.pdf

Irimie M, Tataru A, Oanta A. 2011. Evaluuation of real time polymerase chain reaction assay for identification of common Dermatophyte species. Bulletin of The Transilvania University of Brasov. 4(53): 65-72.

Kadri FSD, 2017. Cendawan pencemar di ruang pemandian hewan di beberapa klinik dan toko hewan piara di Kota Bogor, Jawa Barat (Skripsi). [Bogor (Indones)]: Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Kurnia KI. 2015. Aktivitas beberapa antimikotik terhadap Microsporum gypseum sebagai penyebab dermatofitosis pada kuda (Skripsi). [Bogor (Indones)]: Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Machmud M. 2001. Teknik penyimpanan dan pemeliharaan mikroba. Buletin Agro Bio. 4(1): 24-32.

Nasimuddin S, Appalaraju B, Surendran P, Srinivas CR. 2014. Isolation, identification, and comparatative analysis of SDA and DTM for dermatophytes from clinical samples in a tertiary care hospital. Journal of Dental and Medical Sciences. 13(11): 68-73.

Puspitasari P. 2014. Pengaruh minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) terhadap pertumbuhan Microsporum canis secara in vitro (Skripsi). [Bogor (Indones)]: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Putriningsih PAS, Arjentinia IPGY. 2018. Identifikasi spesies fungi Microsporum gypseum dan Microsporum nanum penyebab ringworm pada sapi bali. Jurnal Veteriner. 19(2): 177-182.

Retnowati Y, Uno WD, Kumaji S, Humokor Y. 2010. Pertumbuhan kapang Monascus purpureus, Aspergillus flavus, dan Penicilium sp pada media beras, jagung, dan kombinasi beras jagung (Skripsi). [Gorontalo (Indones)]: Universitas Negeri Gorontalo.

Rosana Y, Matsuzawa T, Gonoi T, Karuniawati A. 2014. Modified Slide Culture Method for Faster and Easier Identification of Dermatophytes. [Accessed 2019 April 11]. http://jurnal.permi.or.id/index.php/mionline

Sanito R, Novembrianto R, Pandebesie ES. 2015. Kajian penentuan fase pertumbuhan kapang dan bakteri selulolitik pada media pertumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXII. Surabaya (Indones): Program Studi MMT-ITS.

Savitri FR. 2010. Efek antifungi ekstrak biji jinten hitam (Nigella sativa) terhadap pertumbuhan Microsporum gypseum secara in vitro (Skripsi). [Surakarta (Indones)]: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Shapourzadeh A, Verki NR, Atyabi SM, Ghahfarokhi MS, Jahanshiri Z, Irani S, Abyaneh MR. 2016. Inhibitory effects of cold atmospheric plasma on the growth, ergosterol biosynthesis, and keratinase activity in Trichophyton rubrum. Journal Archives of Biochemistry and Biophysics. 608: 27-33.

Shimamura T, Kubota N, Shibuya K. 2012. Animal model of dermatophytosis. Journal of Biomedicine and Biotechnology. 11: 1-7.

Soeharsono. 2002. Zoonosis: Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia. Yogyakarta (Indones): Kanisius.




DOI: http://doi.org/10.46638/jmi.v4i2.87

Article Metrics

Abstract views : 926 | views : 1067

Refbacks



Copyright (c) 2020 Jurnal Mikologi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


 
Copyright © Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina), 2017. 
Powered By Open Journal Systems
e-ISSN: 2579-8766