Nomenklatur Jamur, Review

Iman Hidayat(1*)

(1) Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jln. Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong 16911 Jawa Barat, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Kongres internasional botani pada tahun 2011 di Melbourne telah merubah nama Code, dari The International Code of Botanical Nomenclature (ICBN) menjadi The International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (ICN). ICN mencakup aturan-aturan dan rekomendasi yang berkaitan dengan penamaan dan sistematika jamur. Poin penting dari perubahan sejak Melbourne Code (2011) sampai Shenzhen Code (2017) adalah (1) disahkannya jurnal elektronik sebagai media untuk publikasi nama baru atau taksa baru, (2) memperbolehkan penggunaan bahasa Inggris atau Latin untuk publikasi nama baru atau taksa baru, (3) penghilangan konsep anamorph (anamorf) dan teleomorph (teleomorf) (untuk jamur) serta morphotaxa (morfotaksa) (untuk fosil) dari Code, (4) pengakuan Index Fungorum dan Mycobank sebagai tempat repositori specimen jamur yang diakui oleh Code, (5) penghapusan Art. 14.13 dan 57.2 dari Code.

Keywords


Code, ICN, jamur, nomenklatur

Full Text:

PDF


DOI: http://doi.org/10.46638/jmi.v3i1.54

Article Metrics

Abstract views : 846 | views : 1138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Perhimpunan Mikologi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


 
Copyright © Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina), 2017. 
Powered By Open Journal Systems
e-ISSN: 2579-8766