Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Gigaspora spp sebagai pupuk hayati pada pembibitan Mete (Anacardium occidentale L.)

Meitini Wahyuni Proborini(1*), Ida Bagus Gede Daymayasa(2), Deny Suhernawan Yusup(3), Job Nico Subagio(4)

(1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
(2) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana Bali
(3) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana Bali
(4) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana Bali
(*) Corresponding Author

Abstract


Cendawan yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman membentuk simbiosis mutualisme adalah Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Salah satu jenis CMA yang dapat digunakan untuk pupuk hayati adalah Gigaspora sp. yang dapat diinokulasikan sebagai pupuk untuk meningkatkan pertumbuhan benih jambu mete (Anacardium occidentale L.). Penelitian tentang peran Gigaspora sp. indigenus Bali hasil propagasi diberikan dalam bentuk spora dan propagul telah dilakukan di Rumah kaca. Perlakuan inokulum yang di coba adalah empat kombinasi propagul dan spora Gigaspora sp. dan satu sebagai kontrol (tanpa Gigaspora sp. maupun propagul). Jumlah spora Gigaspora sp. yang diinokulasikan adalah 150 spora dan jumlah propagul CMA adalah 0 (tanpa propagul Gigaspora sp.), 12,5; 25, dan 37,5 gram. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 polibeg sebagai subunit sehingga total unit percobaan adalah (5×5×3) = 75 polibeg. Paramater yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, berat kering brangkasan, berat kering akar, kolonisasi CMA pada perakaran, dan serapan P pada jaringan tanaman. Penelitian dilakukan di laboratorium dan di rumah kaca sampai tanaman mete berumur 90 hari (3 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi spora Gigaspora sp. dan campuran propagul 12,5; 25 dan 37,5 gram menghasilkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0.05) dibanding kontrol terhadap pertumbuhan benih jambu mete (tinggi tanaman dan jumlah daun), berat kering, dan serapan P pada jaringan tanaman. Persentase kolonisasi hifa Gigaspora sp. berkisar antara 58,17 sampai 77,81 persen. Jadi pemberian spora Gigaspora sp. dan campuran propagul mampu meningkatkan pertumbuhan, serapan hara dan kolonisasi pada benih jambu mete.

Keywords


Bali, indigenus, jamur, kawasan kering, propagul, spora

References


Brundrett, M., N. Bougher, B. Dell,. T. Grove, & N. Malajczuk. 2008. working with Mycorrhizas in Forestry and Agriculture. ACIAR Monograph 32. Australian Centre for International Agricultural Research, Canberra

Chalimah, S., Muhadiono, L. Aznam, S. Haran, N., Toruan-Mathius. 2007. Propagation of Gigaspora sp and Acaulospora by pot culture in green house. Biodiversitas. 7(4):12-19.

Danesh, Y.R.; E.M. Goltapeh; A. Alizadek; A. Varma and K.G. Mukerjii. 2007. Arbuscular-Mycorrhizal Fungi Associated with Alfalfa Rhizosphere in Iran. American-Eurasian J. Agric. & Environ. Sci. 2(5): 574-580

Douds Jr., D.D., G. Nagahashi, P.R. Hepperly. 2010. On-farm production of inoculum of indigenous arbuscular mycorrhizal fungi and assessment of diluent of compost for inoculum production. Bioresource Technology.10 (1). 2326-2330

Guntoro, D,; M.A. Chozin; Budi Tjahjono dan Irdika Mansur.2006. Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Bakteri Azospirillum sp untuk meningkatkan efisiensi pemupukan pada Turfgrass. Bull.Agron.34(1): 62-70.

Hameeda, B., G. Harini, O.P. Rupela and G. Reddy 2007. Effect of composts or vermi-composts on sorghum growth and mycorrhizal colonization. African Journal of Biotechnology 6(1):9 –12

Hapsoh, 2008. Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula pada Budidaya Kedelai di Lahan Kering. Makalah. Pengukuhan Guru Besar. 14 Juni 2008. Kampus USU. Medan. pp 35.

Maryeni, R. dan Dini Hervani; 2008. Pengaruh Jamur Mikoriza Arbuskula terhadap pertumbuhan tanaman Selasih (Ocium sanctum. L).Jurnal Akta Agrosia 11(1): 7-12

Morton, J. B. and G. L. Benny. 1990. Revised classification of arbuscular mycorrhizal fungi (Zygomycetes). Mycotaxon. 37 : 471 - 491.

Musfal. 2010. Potensi Cendawan Mikoriza Arbuskula untuk Meningkatkan Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Litbang Pertanian, 29(4).

Proborini, M. W. 2012. Eksplorasi jenis-jenis endomikoriza indigenus pada lahan kering di Bali dan Pemanfaatannya pada pembibitan mente (Anacardium ocidentale L.). Laporan Hibah Unud. Dana DIPA Universitas Udayana No.079- 042 01/20/2011 Bali

Proborini, M.W, M. Sudana, W. Suarsana, N.P. Ristiati. 2013. Indigenous Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) Fungi in Cashew Nut (Anacardium occidentale L.).Plantation of North East-Bali Island–Indonesia. Journal ofBiology, Agriculture andHealthcare.3(3): 114-121.

Proborini, M.W. and D.S. Yusup, 2017. Study on the Distribution of Endomycorrhizal Fungi in Some species Root-plants in Bali. Online Journal of Biological Science 17 (4) 415-419

Rosliani, R. Y. Hilman dan N. Sumarni. 2006. Pemupukan Fosfat Alam, Pupuk Kandang Domba Dan Inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun Pada Tanah Masam. J. Hort. 16 (1): 21-30

Simanungkalit, R. D. M. 2003. Teknologi jamur Mikoriza Arbuskuler: Produksi inokulan dan pengawasan mutunya. Program dan Abstrak Seminar dan Pameran: Teknologi Produksi dan Pemanfaatan Inokulan Endo-Ektomikoriza untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan. pp 11.

Smith, S. E., and D. J. Read. 2008. Mycorrhizal symbiosis, 3rd Ed. Academic Press, San Diego, CA.

Smith, S.E.; E. Facelli; S. Pope; F.A. Smith. 2010. Plant Performance in stressfull environment: interpreting new and established knowledge of the roles of arbuscular mycorrizhas. Plant Soil 326:3-20

Widiastuti H. ;Edi Guhardja; Nampiah Soekarno; L. K. Darusman,; Didiek Hadjar Goenadi dan Sally Smith. 2002. Optimasi simbiosis cendawan mikoriza arbuskula Acaulospora tuberculata dan Gigaspora margarita pada bibit kelapa sawit di tanah masam. Menara Perkebunan. 70(2), 50-57




DOI: http://doi.org/10.46638/jmi.v4i2.97

Article Metrics

Abstract views : 389 | views : 255

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Mikologi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


 
Copyright © Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina), 2017. 
Powered By Open Journal Systems
e-ISSN: 2579-8766