Peranan FMA Glomus sp. dan Pupuk Anorganik terhadap Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) var. Lokal Bali

Naomi Anggi Triarta(1), Meitini Wahyuni Proborini(2*), Junita Hardini(3)

(1) Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Jl. Raya Kampus UNUD, Jimbaran, Kuta Selatan, 80361, Bali, Indonesia.
(2) Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Jl. Raya Kampus UNUD, Jimbaran, Kuta Selatan, 80361, Bali, Indonesia.
(3) Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Jl. Raya Kampus UNUD, Jimbaran, Kuta Selatan, 80361, Bali, Indonesia.
(*) Corresponding Author

Abstract


Produktivitas tanaman kedelai (Glycine max var. Lokal Bali) dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Salah satu pupuk hayati yang bisa diaplikasi sebagai pendamping pupuk anorganik adalah fungi mikoriza arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan FMA Glomus sp. dan pupuk NK terhadap produktivitas tanaman kedelai lokal Bali. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Taksonomi Tumbuhan/Mikologi dan Shading house Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu (A) Tanah steril (kontrol) atau tanpa inokulasi FAM dan pupuk NK; (B) Tanah steril, 50 spora Glomus sp.; (C) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 5 g; (D) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 10 g; (E) Tanah steril, 50 spora Glomus sp. dan pupuk NK 15 g. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, berat kering tajuk, berat kering akar, jumlah polong isi dan polong hampa, berat basah dan berat kering polong, dan persentase kolonisasi FMA Glomus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 50 butir spora Glomus sp. dan pupuk NK 5 g pada perlakuan C berperan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai terlihat pada jumlah polong isi sebanyak 51 polong per tanaman yang berbeda nyata secara statistik dan memiliki berat kering sebesar 9,10 g, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumuhan tanaman kedelai.

Keywords


pertumbuhan – produksi kedelai – pupuk kimia

References


Abror M, Mauludin M. 2015– Pengaruh Pemberian Mikoriza Vesikular Arbuskula terhadap Efisiensi Penyerapan Fosfat pada Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Nabatia Journal of Agricultural Science 12(1), 51-62.

Aimon H, Satrianto A. 2014– Prospek Konsumsi dan Impor Kedelai di Indonesia Tahun 2015 - 2020. Jurnal Kajian Ekonomi 3(5), 1-13.

Ayunita I, Mansyoer A, Sampoerno. 2014– Uji Beberapa Dosis Pupuk Vermikompos pada Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Jom Faperta 1(2), 1-11.

Cahyani VR. 2009 – Pengaruh Beberapa Metode Sterilisasi Tanah terhadap Status Hara, Populasi Mikrobiota, Potensi Infeksi Mikorisa dan Petumbuhan Tanaman. Jurnal Ilmiah Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 6(1), 43-52.

Dewi TQ, Nugroho S. 2011– Tips Membuahkan Tanaman dalam Pot. Penebar Swadaya, Bogor.

Fahmi N, Syamsuddin, Marliah A. 2014– Pengaruh Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Jurnal Floratek 9(1), 53-62.

Giovannetti M, Mosse B. 1980– An Evaluation Technique for Measuring Vesicular-Arbuscular Mycorrhizal Infection in Roots. Journal New Phytologist. 84(1), 489-500.

Kementerian Pertanian. 2016– Outlook Komoditas Pertanian Tanaman Pangan Kedelai. http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/outlook/2016/Tanpang/OUTLOOK%20KEDELAI%202016/files/assets/common/downloads/OUTLOOK%20KEDELAI%202016.pdf. – 2018.

Malik M., Hidayat KF, Yusnaini S, Rini MV. 2017– Pengaruh Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kandang dengan Berbagai Dosis Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Pada Ultisol. Jurnal Agrotek Tropika 5(2), 63-67.

Marlina E, Anom E, Yoseva S. 2015– Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine Max (L.) Merril). Jom Faperta 2(1), 1-13.

Musfal. 2008– Efektivitas Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap Pemberian Pupuk Spesifik Lokasi Tanaman Jagung pada Tanah Inceptisol. (Tesis). Universitas Sumatera Utara.

Muzar A. 2006– Respon Tanaman Jagung (Zea mays L.) Kultivar Arjuna dengan Populasi Tanaman Bervariasi terhadap Mikoriza Vesikular Arbuskula (MVA) dan Kapur Pertanian Superfosfat (KSP) pada Ultisol. Akta Agrosia 9(2), 75-85.

Prasasti O H, Purwani KI, Nurhatika S. 2013– Pengaruh Mikoriza Glomus fasciculatum terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah yang Terinfeksi Patogen Sclerotium rolfsii. Jurnal Sains dan Seni Pomits 2(2), 74-78.

Puteri EA, Nurmiaty Y, Agustiansyah. 2014– Pengaruh Aplikasi Fosfor dan Silika terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.). Jurnal Agrotek Tropika 2(2), 241-245.

Rosliani R, Sumarni N. 2009– Pemanfaatan Mikoriza dan Aplikasi Pupuk Anorganik pada Tumpangsari Cabai dan Kubis di Dataran Tinggi. Jurnal Hortikultura 19(3), 313-323.

Sagala Y, Hanafiah AS, Razali. 2013– Peranan Mikoriza terhadap Pertumbuhan, Serapan P dan Cd Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) serta Kadar P dan Cd Andisol yang Diberi Fosfat Alam. Jurnal Agroekoteknologi 2(1), 487-500.

Samosir RK, Lahay RR, Damanik RI. 2015– Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) terhadap Pemberian Kompos Sampah Kota dan Pupuk P. Jurnal Agroekoteknologi 4(1), 1838-1848.

Sampurno, Elsie, Riana O. 2010– Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) pada Beberapa Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). SAGU. 9(1), 28-37.

Sarjan, M, I. Sab’i. 2014– Karakteristik Polong Kedelai Varietas Unggul yang Terserang Hama Pengisap Polong (Riptortus linearis) pada Kondisi Cekaman Kekeringan. Jurnal Lahan Suboptimal 3(2), 168-180.

Setiadi Y, Mansur, Achmad. 1992– Mikrobiologi Tanah Hutan. Pusat Antar Universitas Bioteknologi Tanaman Pangan. IPB, Bogor.

Subandi. 2013– Peran dan Pengelolaan Hara Kalium untuk Produksi Pangan di Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian 6(1), 1-10.

Suherman IR, Akib A. 2012– Aplikasi Endomikoriza Vesikular Arbuskular terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill). Jurnal Galung Tropika 1(1), 1-6.

Sumiati E, Gunawan OS. 2006– Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza untuk Meningkatkan Efisiensi Serapan Unsur Hara NPK serta Pengaruhnya terhadap Hasil dan Kualitas Umbi Bawang Merah. Jurnal Hortikultura 17(1), 34-42.

Taufiq A. 2014– Identifikasi Masalah Keharaan Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Malang.

Trisilawati O, Towaha J, Daras U. 2012– Pengaruh Mikoriza dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Poduksi Jamu Mete Muda. Buletin RISTRI 3(1), 91-98.

Wahyudin A., Wicaksono FY, Irwan AW, Ruminta, Fitriani R. 2017– Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) Varietas Wilis Akibat Pemberian Berbagai Dosis Pupuk N, P, K, dan Pupuk Guano pada Tanah Inceptisol Jatinangor. Jurnal Kultivasi 16(2), 333-339.

Zakka U, Atijegbe SR, Lale NES, Kalu ER. 2016– Effects oof Poultry Manure and NPK Fertilizer on Infestation of Musk Pumpkin (Cucurbita maxima) by Insect Pests. International Journal of Plant & Soil Science 11(3), 1-8.




DOI: http://doi.org/10.46638/jmi.v3i2.60

Article Metrics

Abstract views : 116 | views : 41

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Perhimpunan Mikologi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


 
Copyright © Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina), 2017. 
Powered By Open Journal Systems
e-ISSN: 2579-8766