Jenis-Jenis Jamur Makroskopis Anggota Kelas Basidiomycetes Di Hutan Bayur, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Rahmawati Rahmawati(1*), Riza Linda(2), Nina Yuni Tanti(3)

(1) Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura
(2) Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura
(3) Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura
(*) Corresponding Author

Abstract


Jamur makroskopis dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat.Pada ekosistem hutan, jamur makroskopis berperan sebagai dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis anggota kelas Basidiomycetes yang terdapat di Hutan Bayur, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penentuan stasiun sampling adalah purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan perbedaan rona lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode jelajah (Cruise Method). Identifikasi jamur makroskopis dengan mencocokkan karakteristik morfologis sampel dengan buku identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 18 jenis jamur makroskopis yang termasuk ke dalam empat Ordo, yaitu Aphyllophorales, Agaricales, Auriculariales dan Polyporales. Jamur makroskopis yang ditemukan mendominasi berasal dari Ordo Aphyllophorales, seperti Pycnoporus sanguineus, Polyporus versicolor, Polyporus varius, Schizophyllum commune, Thelephora palmata, Earliella scabrosa, Lignosus rhinocerus, Trametes versicolor, Heterobasidion annosum dan Ganoderma applanatum. Beberapa jenis jamur makroskopis yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh masyarakat setempat adalah spesies Auricularia polytricha, Hygrocybe conica, Pleurotus ostreatus dan Schizophyllum commune.

Keywords


Diversitas, Kalimantan, Jamur makroskopis, Basidiomycetes

References


Al Ulya AN., Leksono SM., & Khastini RO. 2017. Biodiversitas dan Potensi Jamur Basidomycota di Kawasan Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten. AL-KAUNIYAH; Journal of Biology, 10(1), 9-16

Anggraini K, Khotimah S, &Turnip M. 2015. Jenis-Jenis Jamur Makroskopis di Hutan Hujan Mas Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 4(3), 60-64.

Arini DID & Christita M 2016. Keanekaragaman Makrofungi di Cagar Alam Gunung Ambang Sulawesi Utara dan Peluang Potensinya. Proceeding Seminar Nasional Biodiversitas VI. Surabaya.

Aryani. 2013. Identifikasi Jamur di Kebun Raya Bukit Sari: Skripsi. Jurusan PMIPA FKIP. Universitas Jambi.

Bahrun & Muchroji. 2005. Bertanam Jamur Merang. PT. Musi Perkasa Utama. Jakarta.

Chotimah HENC., Kresnanita S., & Miranda Y. 2011. Studi Etnobotani Sayuran Indigenous (Lokal) Kalimantan Tengah, Seminar Nasional : Reformasi Pertanian Terintegrasi Menuju Kedaulatan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo.

Gunawan & Agustin W. 2001. Usaha Pembibitan Jamur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Hall IR., Stephenson SL., Buchanan PK., Yun W., & Cole ALJ. 2003. Edible and Poisonous Mushroom Of The World, Timber Press, Portland, Cambridge.

Hawksworth D. 1990. The fungal dimension of biodiversity, Magnitude, Significance and conversation. Mycological Research, 95, 641-655.

Hood IA. 2006. The Mycology of the Basidiomycetes. Proceedings of a workshop held in Yogyakarta, Indonesia, 7–9 February 2006. Canberra, ACIAR Proceedings No. 124.

Huffman, D.M, Tiffany, L.H, Knaphus & G, Healy, R.A. 2008. Mushroom and Other Fungi of the Midcontinental United States, Second Edition, The University of Lowa Press.

Miller, OK, JR & Miller, HH. 2006. A Field Guide To Edible And Inedible Fungi North American Mushrooms, Falcon Guide, U.S of America.

Noverita, Sinaga E, & Setia TM. 2016. Jamur Makro Berpotensi Pangan dan Obat di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dan Cagar Alam Batang Palupuh Sumatera. Jurnal Mikologi Indonesia 1(1), 15-27

Rugayah W., & Pratiwi. 2004. Pedoman Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora Pusat Penelitian Biologi Lipi, Bogor.

Sari IM., Linda R., & Khotimah S. 2015. Jenis-Jenis Jamur Basidiomycetes di Hutan Bukit Beluan Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Protobiont, 4(1), 22-28.

Suhardiman P. 1995. Jamur Kayu. Penebar Swadaya, Jakarta.

Suriawiria HU. 1986. Pengantar untuk Mengenal dan Menanam Jamur, Angkasa, Bandung.

Tanti NY., Rahmawati, & Linda R. 2018. Jenis-Jenis Jamur Makroskopis Anggota Kelas Ascomycetes Di Hutan Bayur Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Protobiont. 7(1): 38–44

Tampubolon M. B., Utomo B., & Yunasfi. 2012. Keanekaragaman jamur makroskopis di hutan pendidikan Universitas Sumatera Utara Desa Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera. Saintia Biologi, 2, 176-182.

Tarsia D. 2010. Inventarisasi Jenis Jamur Kayu di Hutan Gunung Semahung Dusun Petai Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Wahyudi AE., Linda R., & Khotimah S. 2012. Inventarisasi Jamur Makroskopis di Hutan Rawa Gambut Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Protobiont, vol.1, no.1, hal.8-11.

Webster J., & Weber RW. 2007. Introduction To Fungi. Cambridge University Press, New York.




DOI: http://doi.org/10.46638/jmi.v2i2.35

Article Metrics

Abstract views : 7807 | views : 1790

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Mikologi Indonesia



 


 
Copyright © Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina), 2017. 
Powered By Open Journal Systems
e-ISSN: 2579-8766