Karakterisasi Morfologi dan Pemanfaatan Sumber Karbon oleh Khamir Antagonis Patogen Antraknosa

Sri Hartati(1*), S Wiyono(2), S H Hidayat(3), M S Sinaga(4)

(1) Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor, Jatinangor 45363 Indonesia
(2) Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Indonesia
(3) Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Indonesia
(4) Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Karakterisasi morfologi khamir penting dilakukan sebagai pengenalan awal suatu isolat khamir. Sedangkan, pengamatan terhadap pemanfaatan sumber karbon digunakan untuk mengetahui sumber karbon yang dapat digunakankan oleh khamir untuk perbanyakan dan peningkatan kemampuannya sebagai agens biokontrol. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkarakterisasi morfologi dan mengetahui pemanfaatan sumber karbon oleh khamir antagonis patogen antraknosa pada cabai (Colletotrichum acutatum). Karakterisasi morfologi khamir dilakukan dengan mengamati secara makroskopis koloni enam spesies khamir dalam medium PDA. Karakterisasi morfologi juga dilakukan dengan mengamati mikroskopis sel
khamir di bawah mikroskop cahaya photomicrograph multi eyepiece (Zeiss Axiocam). Pengamatan pemanfaatan sumber karbon oleh khamir dilakukan dengan menggunakan BIOLOGTM (MicrologTM System, Release 5.2). Karakteristik morfologi enam spesies khamir antagonis menunjukkan bahwa koloni khamir didominasi warna krem keputihan dengan permukaan kasar, kusam, dan tepi koloni tidak rata. Karakteristik sel secara mikroskopis menunjukkan bentuk sel didominasi oleh bentuk silinder, dengan ukuran bervariasi. Sebagian besar khamir bersifat dimorfik. Pengamatan pemanfaatan sumber karbon oleh khamir antagonis menunjukkan Aureobasidium pullulans, Pseudozyma hubeiensis, Pseudozyma aphidis dan Pseudozyma shanxiensis dapat memanfaatkan 20 sumber karbon yang sama yaitu Tween 80, Arbutin, D-Gluconic Acid, D-Glucuronic Acid, D-Ribose, Salicin, ɤ-AminoButyric Acid, Bromosuccinic Acid, Fumaric Acid, β-Hydroxy Butyric Acid, L-Lactic Acid, LMalic Acid, Succinamic Acid, Succinic Acid, Alaninamide, L-Alanine, L-Aspartic Acid, LGlutamic Acid, Putrecine, dan Quinic Acid. Sedangkan, dua spesies khamir yaitu Rhodotorula minuta dan Candida tropicalis dapat memanfaatkan dua sumber karbon yang sama yaitu D-Trehalose dan D-Galactose plus D-Xylose.

Keywords


Agen biokontrol, Aureobasidium pullulans, Dimorfik, D-Trehalose, Rhodotorula minuta

Full Text:

PDF


DOI: http://doi.org/10.46638/jmi.v1i2.19

Article Metrics

Abstract views : 2414 | views : 1493

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Mikologi Indonesia



 


 
Copyright © Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina), 2017. 
Powered By Open Journal Systems
e-ISSN: 2579-8766